Latest Post

Profil PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang

Written By Ikhlas Beramal on Sunday, May 19, 2013 | 8:10 PM



PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA
( PIK-R )
MTsN TANGERANG II PAMULANG

A.       Latar Belakang
Dengan memperhatikan visi madrasah di atas, insan kamil bisa dikatakan merupakan kata kunci. Dalam kehidupan berbangsa dan juga dalam kehidupan masyarakat global, kehadiran insan kamil (atau bisa disebut dengan istilah manusia Indonesia seutuhnya) benar-benar sangat dibutuhkan. Kehidupan nasional kita membutuhkan kehadiran insan kamil karena sampai saat ini kehidupan bangsa ini masih menghadapi banyak krisis di berbagai bidang kehidupan. Kehadiran insan kamil diharapkan dapat mengatasi adanya krisis yang melanda bangsa ini, karena insan kamil adalah sosok manusia tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki keimanan kuat dan karakter yang luhur.
Sedangkan dalam menyongsong kehidupan global, keberadaan insan kamil juga sangat diperlukan. Insan kamil bisa menjadi SDM yang bisa diandalkan dalam bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Selain itu, insan kami pastilah insan yang dapat menyaring atau menfilter apapun yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama yang berasal dari luar. Dengan demikian yang dari yang diambil hanyalah yang dinilai positif dan sesuai dengan nilai luhur bangsa dan agama.
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dunia salah kelompok masyarakat  yang sangat rentan adalah masa. Hal itu dikarenakan remaja adalah tahapan dalam kehidupan manusia yang berada dalam fase pembentukan, pertumbuhan, perkembangan, dan pada saat yang sama masa remaja karakteristik remaja yang spesifik, yaitu terbuka, kritis, serta memiliki rasa ingin tahu dan mencoba yang tinggi. Dengan karakteristiknya yang demikian, usia remaja akan sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Kalau lingkungan kehidupan remaja berwarna positif, maka pada gilirannya juga akan menciptakan perkembangan, pertumbuhan, dan pembentukan remaja yang juga positif. Sebaliknya, kalau lingkungannya negatif, pada gilirannya yang akan lahir adalah remaja yang sedang tumbuh dan berkembang ke arah yang juga negatif. Nah, sayangnya saat ini sepertinya lingkungan negatif lebih banyak dominan dibandingkan dengan nilai-nilai positifnya, baik dalam kehidupan  global maupun lingkungan nasional.
Dalam  lingkungan global, remaja sekarang dihadapkan pada nilai, perilaku, dan budaya yang pada umumnya kurang sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama.  Pornografi dan pronoaksi, kebebasan yang diekspresikan secara liar, Kriminalitas,penindasan antarnegara yang jelas bertengan dengan prinsip HAM, dan berbagai tindakan yang tidak manusia lainnya, sangat mudah di dapat melalui tayangan televisi, internet, dan saluran media lainnya. Sedangkan di tingkat nasional, baik yang disaksikan langsung maupun yang tidak langsung melalui media masa, remaja juga dihadapkan pada fenomena-fenomena yang kurang mendidik, seperti korupsi, berbagai tindakan krimimalitas bahkan sampai pada tahap yang sangat sadis, oportunitas kaum politisi, kepemimpinan yang kurang meneladani ke arah kebaikan, dan sebagainya.
Secara lebih khusus, bahkan di kalangan generasi muda pada umumnya di berbagai daerah juga menunjukkan adanya penurunan moral yang cukup memprihatinkan, baik yang berkaitan dengan perilaku seksual dan tindakan asusila, penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, dan terinfeksinya remaja oleh AIDS dan HIV. Data-data yang dihimpun BKKBN berikut menunjukkan akan keprihatinan tersebut.
Pertama, berdasarkan Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKKRI) pada tahun 2002-2003 didapatkan bahwa remaja mengatakan mempunyai teman yang berhubungan seksual pada usia 14-19 tahun perempuan 34,7% danlaki-laki 30,9%. Sedangkan usia 20-24 tahun perempuan 48,6% laki-laki 46,5%. Selanjutnya penelitian DKT Indonesia pada tahun 2005 menunjukkan perilaku seksual remaja di 4 kota (Jabotabek, Bandung, Surabaya, dan Medan) mendapatkan hasil 89% remaja tidak setuju dengan praktik seks pranikah, tetapi kenyataannya 82% remaja punya teman melakukan seks pra nikah, 66% remaja punya teman hamil sebelum menikah. Remaja secara terbuka menyatakan melakukan seks pranikah di Jabotabek 51%, Bandung 54%, Surabaya 47%, dan Medan 52%.
Kedua, data yang disajikan oleh Perkumpulan Keluarga Beren-cana Indonesia (PKBI) pada tahun 2006 menjelaskan bahwa 2,5 juta perempuan pernah melakukan aborsi per tahun, 27% (kurang lebih 700 ribu) dilakukan oleh remaja, dan sebagian dilakukan dengan cara tidak aman. Sekitar 30-35% aborsi adalah penyumbang kematian ibu, dan kematian ibu di Indonesia 10 kali lebih besar dibandingkan dengan Singapura.
Ketiga, berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2004 ditemukan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,2 juta orang. Kemudian Sembilan tahun kemudian, yakni pada tahun 2013, BNN melalui Radio Elsinta, menemukan data baru bahwa pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 5 jutaan. Yang memprihatinkan lagi ada sekitar 50 orang setiap hari meninggal akibat pemakaian penyalahgunaan narkoba. Sebagian besar yang meninggal itu adalah anak-anak usia remaja.
Keempat, secara kumulatif  jumlah kasus AIDS dengan September 2009 sebanyak 18.442 kasus. Dari sejumlah tersebut kurang lebih 50% adalah kelompok remaja.
Kelima, jika diperhatikan dengan seksama, remaja saat ini juga tidak sedikit yang meniru budaya asing yang tidaksejalan dengan budaya luhur masyarakat bangsa Indonesia. Hal itu diantaranya bisa dicermati dengan munculnya berbagai fenomena berikut. Munculnya gang punk yang mencoba mengeskpresikan kebebasan dengan cara-cara yang liar dan semau gue (egoistic). Menurunnya rasa hormat di kalangan remaja terhadap guru dan orang tua, serta orang yang lebih tua, sehingga etika kehidupan bermasyarakat menjadi diabaikan. Adanya gaya hidup dalam berbusana yang lebih menonjolkan semangat pamer dan sensualitas. Dan berbagai budaya asing lainnya yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama.
Dari data-data tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa saat ini remaja dihadapkan pada persoalan yang cukup serius dan kritis. Remaja yang diharapkan akan menjadi penerus bangsa ini sebagiannya justru terjerumus pada perilaku  yang tidak hanya merusak dirinya sendiri tetapi juga merusak norma-norma masyarakat dan juga agama. Oleh karena itu, semua pihak harus mengambil langkah-langkah kongrit dalam upaya membina remaja agar terhindar dari perilaku yang merusak, dan sebaliknya mengarahkan agar remaja mengembangkan potensi yang dimiliki untuk hal-hal yang positif.
Di antara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan ruang atau kesempatan kepada remaja untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan ketrampilan menggali, mengaktualisasikan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki, dan di sisi lain juga bisa diarahkan untuk memecahkan problem-problem yang dihadapi mereka sendiri. Namun demikian, tetap harus berada dalam bimbingan dan pengawasan guru.
Saling berbagi ini menunjukkan bahwa remaja diberikan kepercayaan untuk menemukan potensi yang dimiliki, peluang yang ada, didorong untuk berkolaborasi, dan selanjutnya didorong juga untuk memanfaatkannya pada hal-hal yang positif. Saling berbagi juga berarti bahwa remaja diberi kepercayaan untuk menemukan persoalan yang dihadapi dan menyelesaikannya diantara mereka sendiri secara kritis dan bertanggungjawab. Dengan demikian kelak mereka tidak hanya akan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri tetapi juga peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Jika dihubungkan dengan kehidupan beragama, sesungguhnya ada dua hal penting dalam  kehidupan remaja yang penting untuk diperhatikan, yaitu bagaimana hidupnya menjadi bermakna bagi dirinya, bagi orang lain, dan juga bermakna di hadapan Tuhan. Bermakna bagi dirinya adalah bahwa remaja penting untuk merasakan akan nilai atau martabat dirinya. Itulah sebabnya remaja harus merawat dirinya agar tidak terjerumus kedalam perilaku yang tidak sehat dan tidak bermoral, sebaliknya justru harus menghiasi dirinya dengan perilaku atau akhlak yang baik. Bermakna bagi orang lain berarti bahwa remaja harus berusaha semaksimal mungkin agar bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Sedangkan bermakna di hadapan Tuhan berarti bahwa remaja harus berusaha agar apa yang dilakukannya mendapat ridla dari Allah SWT.
Dalam konteks inilah, keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di MTsN Tangerang II menjadi sangat penting. Setidaknya ada tiga manfaat yang sangat positif dari keberadaan PIK-R bagi MTsN Tangerang II Pamulang.
Pertama, PIK-R bisa menjadi wahana atau media bagi siswa untuk mengasah dan mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui kerjasama yang baik diantara mereka sendiri maupun kerjasama diantara mereka dengan pihak-pihak luar yang dilakukan oleh mereka sendiri.
Kedua, PIK-R juga bisa menjadi wahana atau media yang cukup tepat bagi remaja untuk membicarakan masalahnya dan menemukan pemecahannya secara tepat dalam sudut pandang mereka. Hal ini dinilai lebih mengena dibandingkan pemecahan masalah yang dikembangkan bukan dalam sudut pandang remaja, misalnya guru atau orang tua.
Ketiga, dengan dua manfaat tersebut, maka dengan demikian PIKR bisa menjadi wahana dan media bagi remaja untuk terhindar dari problem-problem remaja yang cukup memprihatinkan seperti yang disebutkan di atas.
Bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri Tangerang II Pamulang yang notabene sangat kental dengan nilai-nilai agama, keberadaan PIKR juga bisa menjadi wahana dan media yang efektif bagi remaja untuk menanamkan nilai-nilai atau ajaran agama yang disampaikan dengan dalam perspektif remaja. Tentu saja sudut pandang remaja ini bukan berarti kemudian menjadikan ajaran agama menjadi “digampangkan” tetapi lebih pada bagaimana remaja bisa menerima ajaran dan nilai-nilai agama dengan karakteristik remaja yang terbuka, tidak kaku, kritis, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kehadiran guru tetap diperlukan, tetapi posisinya lebih pada sebagai pembimbing, motivator, dan sebagai mitra untuk berdialog dalam memecahkan masalah.
Dengan demikian pembinaan agama yang dilakukan hendaknya menempatkan remaja sebagai pribadi  yang aktif dalam pendidikan dan pembelajaran agama dan kehidupan beragama. Sikap aktif  inilah yang sebaiknya juga terus dikembangkan dalam pembinaan remaja melalui PIK-R. Dengan demikian remaja akan mampu menjadi pribadi-pribadi yang mandiri tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan memiliki kemampuan  kepemimpinan untuk  melakukan perubahan ke arah yang positif.

B.        Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

1.      Visi
Sejalan dengan visi Madrasah, maka visi PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang Kota Tangerang Selatan adalah Remaja yang mandiri, peduli, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa, negara, dan agama.

2.      Misi
Untuk mewujudkan misi tersebut, maka terdapat sejumlah misi yang harus dilakukan, yaitu:
a.       Melatih dan menumbuhkan kemandirian dalam menghadapi problematika kehidupan remaja
b.      Mengembangkan kepedulian di kalangan remaja terhadap problem-problem remaja
c.       Mendorong remaja untuk berperan aktif dalam membangun bangsa, negara, dan agama sesuai dengan potensi yang dimiliki



C.        Tujuan
Tujuan PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang Kota Tangerang Selatan adalah untuk membantu remaja agar tumbuh dan berkembang secara sehat dan produktif.

D.       Sasaran dan Ruang Lingkup
1.      Sasaran
Sasaran PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang utamanya adalah siswa MTsN Tangerang II Pamulang dan guru. Siswa MTsN Tangerang II Pamulang adalah subjek dari pengelolaan dan kegiatan PIK-R. Merekalah yang menyusun, melaksanakan, mengevaluasi, dan menin-daklanjuti perbaikan-perbaikan program-program PIK-R. Sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai pendamping bagi siswa, khusus-nya Pengurus PIK-R dalam menyusun, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti perbaikan-perbaikan program-program.

2.      Ruang Lingkup

a.         Ruang Lingkup Program
Sebagaimana dijelaskan oleh BKKBN dalam buku Pedoman Pengelolaan PIK-R bahwa ruang lingkup PIK-R adalah meliputi aspek-aspek pemberian informasi PKBR, pendewasaan usia perkawinan, ketrampilan hidup (life skill), pelayanankonseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya yang sesuai dengan ciri minat remaja.

b.        Ruang Lingkup Adminsitrasi
Padadasarnya PIK-R tidak mengenal ruang lingkup administrasi, hanya saja untuk memudahkan pelaksanaan program-program kerja, ruang lingkup PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang pada dasarnya terbatas pada remaja yang merupakan siswa MTsN Tangerang II Pamulang. Hanya saja sangat dimungkinkan untuk dikembangkan pada remaja di luar MTsNTangerang II Pamulang. Hal itu sangat bergantung pada kebutuhan, terutama untuk mendukung pelaksanaan program dan untuk memperluas jaringan.

E.        Arah Pengembangan dan Pengelolaan
Berdasarkan Buku Pedoman Pengelolaan PIK-R, maka arah pengembangan dan pengelolaan PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang Kota Tangerang Selatan adalah:
1.       Menjadikan PIK-R yang dikembangkan dan dikelola dari, oleh, dan untuk siswa madrasah
2.       Menjadikan PIK-R sebagai sumber informasi yang memperjelas pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
3.       Menjadikan seluruh kegiatan PIK-R yang ramah remaja
4.       Menjadikan PIK-R sebagai wadah untuk mengintegrasikan upaya peningkatan kemampuan dan pengembangan sumberdaya.
5.       Menjadikan PIK-R sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi akademik maupun nonakademik.
6.       Menjadikan PIK-R sebagai wadah untuk memperkuat karakter positif remaja
7.       Menjadikan PIK-R sebagai wadah untuk melatih dan mengembangkan kemandirian, kepedulian, dan proaktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.

F.        Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Buku Pedoman Pengelolaan PIK-R dijelaskan bahwa PIK-R dikembangkan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu: tahap tumbuh, tegak, dan tegar. Ketiga tahap tersebut menunjukkan hiraki kualitas, baik dalam hal materi atau isi pesan, kegiatan yang dilakukan, dan dukungan dan jaringan yang bisa diupayakan. Dengan memperhatikan materi atau konten, kegiatan yang dilakukan, dan adanya dukungan dan jaringan, maka PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang masih berada pada tahap tumbuh. Hanya saja dalam beberapa hal, PIK-R MTsN Pamulang juga sudah dan mampu melaksanakan beberapa program yang setaraf dengan tahap tegak dan tahap tegar. Inilah beberapa kriteria PIK-R berada dalam tahapm tumbuh.
1.       Materi yang diberikan
a.     Triad KRR dan pendewasaan usia perkawinan
b.    Pendalaman materi Triad KRR dan pendewasaan usia perkawinan
2.       Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
a.     Kegiatan yang dilakukan:
b.    Kegiatan dilakukan di tempat PIK-R
c.     Bentuk aktivitas bersifat penyadaran di lokasi PIK-R
d.    Menggunakan media cetak
e.    Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan format yang sudah ditentukan
3.       Dukungan dan jaringan:
a.     Ruang khusus PIK-R
b.    Memiliki papan nama ukuran minimal 60 cm x 90 cm yang dipasang tempat yang strategis
c.     Srtruktur pengurus paling tidak memiliki: Pembina, Ketua, Bidang Adminsitrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS dan KS.
d.    Dua orang pendidikan sebaya yang dapat diakses.
Namun demikian, seperti sudah dijelaskan di muka, bahwa betapapun masih berada tahap tumbuh, terdapat beberapa program kerja bisa dikategorikan pada tahap tegak dan bahkan tahap tegar, diantaranya: melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik  minat remaja untuk datang ke PIK-R, misalnya outbound, studi banding, kajian Islam versi pemuda, kegiatan olah raga, dan lain-lain.


f.          Struktur Organisasi Pengurus
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Tangerang II Pamulag, Nomor: MTs.28.04.07/KP.00.1/213/2012 (surat terlampir), struktur organisasi dan pengurus PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang periode 2012-2013 adalah sebagai berikut:


Penanggungjawab            :        Kepala Madrasah
                                                            Wakamad Bidang Kesiswaan


Pembina                                :        Sri Widyastuti, S.Psi.
                                                            Lia Nurmalia, S.Psi.
                                                            Asri Maria, S.Pd.

Ketua                                       :        M. Ghulam Kamil
Sekretaris                              :        Anggie Ayu Setia
Bendahara                             :        Sarah Ariani

Bidang Adminstrasi          :        Melati
                                                            Karim
Bidang Program dan
Kegiatan                                :        M. Faza
                                                            Wuri A.

Pendidik Seabaya              :        Mutiara Fauza
                                                            Nabil Muahmmad

Konselor Sebaya                :        Biyanda Nurul Anisa
                                                            Khansa Nayotama     




g.        Program Kerja
Berikut ini adalah sejumlah program kerja PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang untuk Tahun 2012-2013:
1.       Orientasi PIK-R
2.       Kesehatan reproduksi wanita
3.       Pengetahuan tentang Napza
4.       Kesehatan reproduksi pria
5.       Penundaan usia perkawinan
6.       Pengetahuan tentang gizi
7.       HIV-AIDS
8.       Diskusi persamaan gender
9.       Bahaya merokok
10.   Pemutaran filsm tentang AIDS
11.   Kajian Islam: kesehatan reproduksi
12.   Penyuluhan di kelas Triad KRR
13.   Penyuluhan keputrian
14.   Penyuluhan rokok dan Napza di SD/MI sekitar
15.   Pemberian penyuluhan reproduksi wanita di lingkungan sekitar
16.   Seminar Napza dan HIV-AIDS
17.   Pembinaan dari YKAHB
18.   Pembinaan dari ICBC
19.   Pembinaan dari BK
20.   Konseling sebaya

h.        Kerjasama
Untuk mendukung implementasi program-program kerja serta sebagai upaya untuk memperkuat jaringan, maka PIK-R MTsN Tangerang II Pamulang membangun kerjasama dengan berbagai pihak, baik perorangan atau kelompok, baik dengan instansi pemerintah maupun instansi atau lembaga-lembaga swasta. Berikut ini adalah kerjasama PIK-R dengan pihak-pihak yang dimaksud.
1.       Dengan Yayasan Kecerdasan Anak Harapan Bangsa (YKAHB). Kerjasama dengan YKAHB dimaksudkan untuk pelaksanaan pemberian penyuluhan kepada siswa dalam hal bahaya penyalahgunaan NAPZA. Tujuannya adalah untuk membentengi siswa atau remaja dari usaha mencoba-mencoba menggunakan NAPZA.
2.       Dengan RS Bakti Husada. Kerjasama ini secara spesifik dimaksudkan untuk pelaksanaan pemberian penyuluhan kepada siswa mengenai bahaya merokok. Targetnya adalah agar siswa MTsN Tangerang II Pamulang tidak ada mencoba-mencoba untuk merokok, karena banyak sisi negative merokok, apalagi untuk anak seusia remaja. Selain bisa merusak kesehatan merokok juga bisa menjadi “pintu gerbang” bagi remaja untuk mengenal atau mencoba NAPZA.
3.       Dengan para motivator. Kerjasama dengan motivator ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada remaja sehingga memiliki semangat dan energi yang tinggi dalam belajar, beragama, berbuat baik, dan tindakan-tindakan positif yang lain. Beberapa motivator yang sudah pernah didatangkan di MTsN Tangerang II Pamulanga dalah Bapak Yusef Helmi, motivator dari Cipondoh Tangerang. Ustadz Koko Liem dari Jakarta.
4.       Dengan Lembaga Initiative of Change. Lembaga ini berpusat di Australia dan beranggotakan dari berbagai negara. MTsN Tangerang II Pamulang sudah tiga kali mengundang Lembaga IC untuk memberikan pelatihan kemandirian dan kepemimpinan dan perubahan.
5.       Dengan provider PT XL Axiata Tbk. Kerjasama ini dilakukan untuk pelaksanaan pelatihan enterpreneurship bagi siswa MTsN Tangerang II Pamulang Kota Tangerang Selatan.

i.          Pendanaan
Pada dasarnya pendanaan untuk pembiayaan kegiatan PIK-R bersumber dari APB MTsN Tangerang II Pamulang. Hanya saja untuk beberapa kegiatan pengadaan dana dilakukan dengan cara meminta sumbangan yang dikumpulkan dari guru maupun siswa. Misalnya saja pengumpulan dana untuk membantu korban bencana alam dan untuk membantu keluarga dari siswa, guru atau pegawai madrasah yang sakit atau meninggal dunia.
***

 

Copyright©2011-2012 MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PAMULANG
Jl. Pajajaran No. 31 Pamulang Barat - Kota Tangerang Selatan - Banten - Indonesia 15417

Telp./Fax. 021-7415023 | e-mail: infomtsnpamulang@yahoo.com | website: www.mtsnpamulang.net